![]() |
| (source: susan-lu4esm/ pixabay.com) |
Menikah merupakan bagian terpenting dalam hidup, meskipun tidak semua orang memiliki keharusan untuk menikah namun sebagian besar masyarakat telah melakukan tradisi ini yang mana salah satunya untuk melanjutkan keturunan mereka. Sebelum menikah tentunya seseorang ingin memastikan calon pasangan yang akan membersamainya adalah seseorang yang tepat, begitu juga kita pasti akan mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk kehidupan setelah menikah bersama pasangan.
Pernikahan yang langgeng dan bahagia serta dikaruniai keturunan yang baik adalah dambaan hampir semua orang. Hal ini tentunya bukan hal yang sulit untuk dicapai, tapi tentunya perlu untuk diusahakan. Sebelum melanjutkan untuk menikah ada kiranya kamu perlu memperhatikan 3 hal berikut, deh! karena menikah bukan asal siap aja yah. Tapi siap yang gimana juga harus pasti.
1. Siap secara Mental
Keadaan mental yang siap untuk menikah bisa bervariasi antara satu individu dengan lainnya. Peralihan status yang tentu akan mempengaruhi tanggung jawab akan sangat mempengaruhi kondisi mental seseorang setelah menikah sehingga aspek kesiapan secara mental menjadi hal yang perlu diperhatikan sebelum kamu menikah. Lantas kesiapan mental tersebut meliputi apa saja?
Pertama adalah kematangan emosional. Seseorang yang siap untuk menikah biasanya memiliki kematangan emosional yang cukup. Mereka dapat mengelola emosi dengan baik, memiliki pemahaman yang sehat tentang hubungan, dan mampu menyelesaikan konflik dengan pasangan dengan cara yang sehat.
Kedua yaitu kepedulian dan kompromi. Kesiapan untuk menikah juga melibatkan kemampuan untuk memperhatikan kebutuhan dan keinginan pasangan. Kamu harus siap untuk memberikan dukungan emosional, memprioritaskan kebahagiaan pasangan, dan bersedia untuk melakukan kompromi dalam situasi yang memerlukannya.
Selanjutnya adalah komitmen jangka panjang. Menikah adalah komitmen jangka panjang, jadi penting untuk memiliki sikap yang serius dan siap untuk berinvestasi dalam hubungan jangka panjang. Kamu harus siap untuk menghadapi tantangan dan ketidaksempurnaan dalam hubungan, serta bersedia untuk bekerja sama dengan pasangan untuk memperkuat ikatan tersebut.
Kemudian keterbukaan dan komunikasi yang efektif. Kesiapan mental untuk menikah mencakup kemampuan untuk menjadi terbuka dengan pasangan tentang perasaan, harapan, dan kekhawatiran mu. Komunikasi yang efektif adalah kunci dalam membangun hubungan yang sehat dan saling memahami.
Terakhir adalah penghargaan terhadap Individu dan kemandirian. Meskipun menikah adalah tentang membangun kehidupan bersama, penting untuk tetap menghormati individu masing-masing dan memberikan ruang bagi pasangan untuk tumbuh dan berkembang secara pribadi. Kamu harus siap untuk menghargai kemandirian pasangan dan mendukung kepentingan dan tujuan pribadi masing-masing.
2. Siap secara Sosial
Tidak hanya matang secara mental saja, namun secara sosial juga perlu untuk diperhatikan. Hal ini yang kadang luput dari pandangan calon pengantin. Bagaimana peranannya dalam masyarakat sosial akan menjadi berubah setelah menikah. Setelah menikah tentu masyarakat dalam memandang individu akan berbeda, oleh sebab itu perlu kesiapan secara sosial sebelum memutuskan untuk menikah. Kesiapan menikah secara sosial mencakup faktor-faktor yang terkait dengan interaksi kamu atau pasangan kamu nantinya dengan masyarakat dan dukungan sosial yang kalian miliki. Berikut adalah beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam kesiapan menikah secara sosial:
- Dukungan Keluarga. Penting untuk mempertimbangkan dukungan keluarga dan apakah kamu memiliki persetujuan dan dukungan keluarga untuk menikah. Keluarga yang mendukung dapat memberikan fondasi yang kuat bagi pernikahanmu dan dapat memberikan dukungan emosional dan praktis saat kamu dan pasangan memulai kehidupan bersama.
- Jaringan Sosial. Memiliki jaringan sosial yang kuat dan mendukung juga penting dalam kesiapan menikah secara sosial. Ini termasuk memiliki teman-teman yang dapat memberikan dukungan dan nasihat, serta memiliki hubungan yang sehat dengan masyarakat sekitarmu. Interaksi sosial yang positif dapat memberikan dukungan dan perspektif yang berharga saat kamu menjalani pernikahan.
- Kesadaran Budaya dan Nilai-nilai. Menikah sering melibatkan penyatuan dua individu dengan latar belakang budaya dan nilai-nilai yang berbeda. Penting untuk mempertimbangkan kesadaran dan penghargaan terhadap budaya dan nilai-nilai pasangan kamu. Ini membantu membangun pemahaman yang lebih baik, menghormati perbedaan, dan mendorong harmoni dalam hubungan.
- Kesiapan untuk Peran Sosial Baru. Menikah juga berarti memasuki peran sosial baru sebagai pasangan dan mungkin di masa depan sebagai orangtua. Kesiapan untuk mengadopsi peran ini melibatkan kesiapan untuk berkomitmen dalam peran pasangan, mendukung pasanganmu, dan berbagi tanggung jawab dalam mengasuh anak jika kalian berencana untuk memiliki anak di masa depan.
Tentu saja, kesiapan sosial dapat bervariasi tergantung pada budaya, lingkungan, dan situasi individu. Penting untuk mempertimbangkan aspek-aspek ini dengan jujur dan berdiskusi dengan pasangan tentang ekspektasi dan keinginan masing-masing dalam konteks sosial.
3. Siap secara Finansial
Persiapan yang tak kalah penting adalah kesiapan finansial. Permasalahan finansial sering menjadi penyebab tidak utuhnya sebuah keluarga, memicu pertengkaran, dan ketidakharmonisan. Ketika sudah siap secara mental dan sosial bukan berarti aspek finansial bisa terlewati begitu saja. Hal tersebut karena aspek finansial menjadi hal yang mendasar pada sebuah keluarga. Lalu aspek finansial tersebut seperti apa aja, sih?
Pertama adalah stabilitas pekerjaan dan penghasilan. Penting untuk memiliki pekerjaan yang stabil atau sumber penghasilan yang dapat diandalkan sebelum menikah. Kamu perlu memastikan bahwa kamu dapat memenuhi kebutuhan dasar, membayar tagihan, dan memiliki kemampuan untuk menyisihkan uang untuk kebutuhan dan tujuan masa depan bersama.
Kedua adalah pembayaran utang. Jika kamu atau pasangan memiliki utang, penting untuk mengelola utang tersebut sebelum menikah. Membuat rencana pembayaran utang yang jelas dan mengurangi utang sebanyak mungkin dapat memberikan kestabilan finansial yang lebih baik untuk memulai kehidupan pernikahan.
Ketiga yaitu membuat anggaran. Membuat anggaran yang rinci dan realistis adalah langkah penting dalam kesiapan finansial. Identifikasi pengeluaran bulanan kamu, termasuk biaya hidup, tagihan, cicilan utang, tabungan, dan kebutuhan masa depan. Ini akan membantumu memahami bagaimana mengelola keuangan bersama dan memberikan dasar untuk merencanakan masa depan secara finansial.
Selanjutnya yang tak kalah penting adalah dana darurat. Memiliki dana darurat adalah langkah penting dalam kesiapan finansial sebelum menikah. Dana darurat dapat membantu kamu menghadapi situasi tak terduga, seperti kehilangan pekerjaan atau biaya kesehatan yang tidak terduga. Sebagai aturan umum, disarankan untuk memiliki dana darurat setidaknya 3-6 bulan pengeluaran hidup.
Yang terakhir yaitu perencanaan masa depan bersama. Diskusikan rencana masa depan bersama pasangan kamu, termasuk tujuan keuangan jangka pendek dan jangka panjang. Hal ini dapat mencakup membeli rumah, menyimpan untuk pendidikan anak, menabung untuk pensiun, atau investasi lainnya. Memiliki pemahaman dan kesepakatan bersama tentang tujuan keuangan dapat membantu membangun landasan finansial yang kokoh untuk pernikahan kalian.
Penting untuk diingat bahwa kesiapan finansial adalah proses yang berkelanjutan. Bekerja sama dengan pasangan dalam mengelola keuangan, berkomunikasi terbuka tentang pengeluaran dan tabungan, serta memiliki kesepakatan bersama tentang prioritas keuangan akan membantu membangun kestabilan finansial yang diperlukan dalam pernikahan.
Nah begitulah kesiapan yang harus dimiliki atau hal yang perlu untuk kamu dan pasangan kamu perhatikan sebelum menikah. Gimana? kamu sudah siap sampe level tiga? atau masih di level satu? 😀. (asf)




0 Komentar