(source: olia danilevich/ pexels.com)

Jenis kelamin anak bisa parents pilih?? beneran gak sih??. Yaps parents, jadi jenis kelamin anak dapat direncanakan dengan menggunakan teknik pemilihan jenis kelamin tertentu. Metode ini dikenal sebagai "seleksi jenis kelamin" atau "pengaturan jenis kelamin". Namun, penting untuk diingat bahwa keberhasilan teknik ini juga bervariasi yah, dan nggak selalu dapat menjamin hasil yang diinginkan. Beberapa metode yang digunakan untuk merencanakan jenis kelamin anak antara lain nih parents,

Baca juga:

Girls!! 4 Checklist yang Harus Dicentang Sebelum Merencanakan Kehamilan

Selangkah Lebih Dekat Mengenal Masa Kehamilan pada Ibu

Sudah Dekat dengan Tanggalnya? Jangan Khawatir 10 Hal Ini Perlu Dipersiapkan Pra-persalinan


Pemilihan waktu berhubungan seks

(source: Anna Nekrashevich/ pexels.com)

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa waktu hubungan seks seputar masa ovulasi (ketika sel telur dilepaskan dari ovarium) dapat meningkatkan kemungkinan memiliki anak perempuan. Sementara itu, hubungan seks beberapa hari sebelum ovulasi lebih cenderung menghasilkan anak laki-laki. Metode ini memanfaatkan perbedaan daya tahan sperma X (pembawa kromosom perempuan) dan Y (pembawa kromosom laki-laki) dalam rahim.

Penjadwalan Seks dengan Metode Shettles
  • Jika ingin anak laki-laki, parents lakukan hubungan seks sedekat mungkin dengan masa subur (ovulasi): 57,7% berhasil anak laki-laki. Douche (mencuci atau membilas Miss V) dengan cairan basa seperti air soda 15 menit sebelum melakukan hubungan seks.
  • Jika ingin anak perempuan, lakukan hubungan seks tiap hari sejak awal siklus hingga 2 hari sebelum masa subur (ovulasi). Douche (mencuci atau membilas Miss V) dengan cairan asam 15 menit sebelum seks yang dekat masa subur.

Pemilihan metode reproduksi

(source: mart production/ pexels.com)

Beberapa teknik reproduksi berbantuan, seperti Pemilihan Jenis Kelamin (PGD) atau Mikrosortasi, memungkinkan pasangan untuk memilih embrio dengan jenis kelamin yang diinginkan sebelum ditanamkan kembali ke rahim. Namun, teknik-teknik ini biasanya digunakan dalam konteks medis untuk mencegah penyakit genetik yang terkait dengan jenis kelamin tertentu.

Diet khusus

(source: Vanessa Loring/ pexels.com)


Beberapa pendukung metode alami percaya bahwa makanan dan diet tertentu dapat mempengaruhi pH tubuh dan lingkungan rahim, yang mungkin mempengaruhi jenis kelamin anak yang dihasilkan. Sebenarnya perlu ada kombinasi Diet dan pengaturan saat hubungan seks (tingkat keberhasilannya diperkirakan 70-80%). Nah maksud dari pengaturan jenis makanan adalah pengaturan diet prekonsepsi yah parents, jadi bukan pengaturan diet selama si ibu hamil. Hal ini terdiri dari pengaturan mineral kalsium, magnesium, kalium dan natrium. Dilansir dari website yankes.kemkes, sejumlah 75-80% berhasil mengatur jenis kelamin bayi. Teknik ini membutuhkan waktu sekitar 9-12 minggu sebelum ibu merencanakan program kehamilan, setelah itu baru deh program hamil. Jadi bila sedang ber KB, jangan lepas KB dulu sebelum menyelesaikan program diet jenis kelamin yah, parents sekalian.

Diet untuk anak laki-laki
  1. Ibu harus makan 2500 Kalori/hari.
  2. Diet tinggi Natrium dan Kalium
  3. Natrium tinggi seperti asinan, ikan asin, telur asin, makanan bersoda, daging, sereal, jus sayur, makanan kalengan, penyedap, makanan beku, roti.
  4. Kalium tinggi seperti pisang, kentang, daun hijau, alpukat, susu, tomat yang dimasak, ikan, jamur, labu.
  5. Hindari susu, roti dari susu, mentega, tawar, keju dan yogurt.
Setelah diet ini selama 3 bulan baru hamil, lalu lakukan hubungan sex dengan penjadwalan metode shettled.

Diet untuk anak perempuan
  1. Ibu makan rendah kalori
  2. Vegetarian diet (low natrium): 55% anak perempuan.
  3. Diet tinggi Magnesium dan Kalsium.
  4. Tinggi Magnesium seperti alpukat, yogurt, biji-bijian, kedelai, ikan, daun hijau gelap, pisang, coklat hitam
  5. Tinggi Kalsium seperti susu, keju, yogurt, tahu, bayam, kacang-kacangan, ikan teri, kerang.
  6. Hindari: garam, ragi, daging, ikan, kopi, minuman bersoda
Setelah diet ini selama 3 bulan baru hamil, hubungan sex dengan penjadwalan metode shettled.
Adapun prsedur teknik untuk diet menurut yankes.kemkes yaitu,
  • Pertama lakukan pengecekan terhadap kadar mineral ibu: Na, K, Ca, Mg
  • Jika parents menginginkan anak perempuan, maka beri Magnesium 400-600 mg per hari, Calsium 500-700 mg per hari, Ca harus naik 4 mg/l, Vit D3 2000-3000 IU per hari
  • Jika parents menginginkan anak laki-laki maka beri garam (Natrium) 140 meq/L, KSR 1 tab/hari

Namun, perlu parents ketahui bahwa metode-metode tersebut tidak menjamin hasil yang pasti, dan beberapa di antaranya kurang didukung oleh bukti ilmiah yang kuat. Secara alami, jenis kelamin anak ditentukan oleh kromosom yang diturunkan dari ayah dan ibu saat pembuahan. Ayah menyumbangkan kromosom X atau Y, sementara ibu selalu menyumbangkan kromosom X. Jadi, jenis kelamin anak dipengaruhi oleh kromosom sperma yang membuahi sel telur (X untuk anak perempuan dan Y untuk anak laki-laki) yah, parents.

Jika parents memiliki keinginan untuk merencanakan jenis kelamin anak, penting untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan atau ahli reproduksi untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat dan mempertimbangkan opsi terbaik untuk parents sekalian yahh, memang dalam proses kehamilan ini sangat penting untuk berkonsultasi kepada ahlinya.

referensi:
https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1031/merencanakan-jenis-kelamin-bayi