![]() |
| (source: Pixabay/ Pexels.com) |
Semakin bertambahnya ilmu pengetahuan dan terbukanya akses informasi tanpa batas menjadikan manusia semakin aware pula menentukan pilihan hidupnya. Memilih pasangan tidak boleh sembarangan, bahkan dalam filosofi orang jawa mengatakan, harus ada bibit bebet bobot yang perlu dipertimbangkan. Kesehatan juga menjadi hal yang penting untuk dipertimbangkan. Mengapa demikian? hal ini untuk mengidentifikasi kemungkinan masalah kesehatan yang mungkin mempengaruhi kehidupan pernikahan kamu di masa depan. Selain itu, pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum menikah atau premarital check up dalam sisi medis sebagai suatu konsep hidup sehat yang penting dilakukan untuk membentuk suatu keluarga yang sehat dan bahagia. Namun kerap kita temui, atau beberapa dari kita merasa takut dan kurang termotivasi untuk melakukannya bukan?
Pre marital screening check up atau tes pranikah sendiri adalah serangkaian tes yang harus dilakukan pasangan sebelum menikah. Test ini di banyak negara sudah menjadi persyaratan wajib bagi pasangan yang akan menikah. Kenapa? karena tidak semua orang mempunyai riwayat kesehatan yang baik. Seseorang yang kelihatannya sehat bisa jadi memiliki sifat pembawa (carrier) penyakit untuk keturunannya.
Dosen Departemen Keperawatan Maternitas Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran Ida Maryati, PhD dalam “Webinar Premarital: Mendewasakan Diri Sebelum Melangkah Lebih Jauh” yang diselenggarakan Fkep Unpad secara daring mengatakan bahwa skrining pranikah memiliki manfaat bagi laki-laki/ calon suami, pengantin perempuan/ calon istri, bayi, dan juga keluarganya. Bagi laki-laki atau calon suami, skrining dapat berperan untuk menjaga kesehatan, mendorong dan mendukung kesehatan pasangannya, serta melindungi anak-anaknya. Bagi perempuan atau calon istri, skrining pranikah juga dapat membantu dalam perencanaan kehamilan yang sehat, serta memotivasi untuk menjaga hidup sehat. Untuk bayi, skrining pranikah dapat mencegah bayi lahir cacat atau ada ketidaknormalan lainnya. Hal ini dapat dilihat dari kesehatan orang tua sebelum dan selama kehamilan. Singkatnya, skrining pranikah dinilai dapat berperan dalam menciptakan keluarga yang sehat, serta akan menciptakan kualitas keluarga yang lebih baik di masa depan.
Lebih jauh Kristin Lohana dalam penelitiannya menyatakan bahwa program skrining pranikah penting untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi dan mempengaruhi sikap calon pengantin terhadap program skrining pranikah. Selanjutnya ada beberapa tahapan pemeriksaan kesehatan atau skrining pranikah, paragraf berikut akan menjelaskan tahapan tersebut yahh.
Pemeriksaan fisik secara lengkap
Pemeriksaan pranikah yang pertama terdiri atas pemeriksaan umum, hal ini meliputi uji pemeriksaan fisik secara lengkap. Uji pemeriksaan dilakukan karena umumnya status kesehatan dapat dilihat lewat tekanan darah. Umumnya, tekanan darah tinggi dapat berbahaya bagi kandungan sebab membuat tumbuh kembang janin dalam kandungan terhambat. Selain itu, pemeriksaan pranikah juga dapat mengetahui apakah pasangan tersebut mempunyai beberapa riwayat penyakit ataukah tidak, misalnya diabetes.
Pemeriksaan penyakit hereditas
Penyakit hereditas biasanya diturunkan dari kedua orang tua, misalnya gangguan kelainan darah yang membuat penderitanya tidak bisa memproduksi hemoglobin (sel darah merah) secara normal.
Pemeriksaan penyakit menular
Pemeriksaan yang ketiga meliputi pemeriksaan terhadap penyakit menular, diantaranya seperti hepatitis B, hepatitis C, dan HIV-AIDS. Pemeriksaan tersebut penting sekali dilakukan, mengingat penyakit-penyakit menular tersebut sangat berbahaya dan mengancam jiwa.
Baca juga:
Tips Merencanakan Pernikahan Impian!!
3 Tips Tentukan Jenis Kelamin Anak, Emang Bisa?
Pemeriksaan organ reproduksi
Pemeriksaan ini berkaitan dengan kesuburan serta organ reproduksi untuk pria maupun wanita. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memeriksa kondisi kesehatan organ reproduksi diri sendiri maupun pasangan.
Pemeriksaan alergi
Walaupun sering kali dianggap sepele, melakukan pemeriksaan alergi sangatlah penting karena alergi yang tidak disadari dari awal dan tidak ditangani dengan tepat dapat berakibat fatal.
Wawancara dengan profesional kesehatan
Wawancara ini dapat membantu dalam mengidentifikasi kebiasaan sehat, riwayat kesehatan keluarga, dan pertanyaan penting lainnya yang berkaitan dengan kesehatan diri sendiri dan pasangan.
Tes kesehatan sebelum menikah adalah langkah bijaksana untuk mengantisipasi dan mengelola masalah kesehatan sebelum membentuk keluarga. Dengan mengetahui status kesehatan masing-masing, kamu dan pasangan dapat melakukan langkah-langkah pencegahan yang tepat untuk memastikan kebahagiaan dan kesehatan bersama di masa depan. Jika ada masalah kesehatan yang diidentifikasi, penting untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan yang tepat untuk mendapatkan penanganan dan perawatan yang diperlukan. Nah begitulah beberapa hal mengenai screening check up pranikah, setelah membaca pernyataan tersebut, apakah menurut kamu screening check up penting dilakukan sebelum menikah? jawab di kolom komentar yaa!!. (asf)






0 Komentar