![]() |
| (source: Marta Wave/ pexels.com) |
Perkembangan kognitif pada anak usia 2 sampai 3 tahun adalah tahap yang menarik dan penting dalam proses tumbuh kembang anak. Pada periode ini, otak anak berkembang pesat, dan mereka mulai mengalami perubahan signifikan dalam keterampilan kognitif mereka. Berikut adalah beberapa ciri perkembangan kognitif anak usia 2 sampai 3 tahun.
Bahasa dan Komunikasi
![]() |
| (source: Gustavo Fring/ pexels.com) |
Kemampuan berbicara semakin berkembang dengan cepat. Anak mungkin mulai menggabungkan beberapa kata menjadi kalimat sederhana. Mereka dapat memahami perintah sederhana dan mulai mengikuti arahan. Anak akan meniru suara, kata-kata, dan perilaku orang dewasa di sekitarnya.
Imajinasi
![]() |
| (source: Alexander Grey/ pexels.com) |
Perkembangan imajinasi meningkat pesat. Anak mulai bermain peran dan berpura-pura menjadi berbagai karakter atau objek. Mereka mungkin berbicara dengan mainan dan memberi mereka peran dalam permainan mereka.
Baca juga:
Apakah Bayi Lahir Harus Menangis? 3 Sebab Bayi Lahir Tidak Menangis!
6 Stimulasi Penting untuk Si Kecil diusia Golden Age-nya!!
Mengajarkan Anak usia TK Calistung, Apakah Boleh?
Pengetahuan Sosial
![]() |
| (source: Naomi Shi/ pexels.com) |
Anak mulai belajar tentang norma-norma sosial dan etika dasar. Mereka bisa menunjukkan empati dan memahami perasaan orang lain dalam tingkat yang lebih baik. Anak mungkin mulai menunjukkan rasa ingin tahu tentang teman sebaya dan memperhatikan interaksi sosial di sekitarnya.
Kemampuan Berpikir
![]() |
| (source: cottonbro studio/pexels.com) |
Anak mengalami perkembangan kemampuan berpikir lebih abstrak dan konseptual. Mereka bisa mengenali bentuk, warna, dan ukuran sederhana. Anak mulai menunjukkan minat dalam mengatasi masalah sederhana.
Memori dan Perhatian
![]() |
| (source: Pixabay/ pexels.com) |
Kemampuan memori semakin berkembang. Anak mungkin dapat mengingat kejadian, lagu, atau cerita yang diulang beberapa kali. Waktu perhatian juga meningkat, tetapi anak-anak di usia ini biasanya memiliki konsentrasi yang singkat dan mudah teralihkan oleh hal-hal baru.
Keterampilan Motorik
![]() |
| (source: Oleksandr P/ pexels.com) |
Keterampilan motorik halus meningkat, memungkinkan mereka untuk menggambar garis-garis sederhana, makan dengan sendok, dan bermain dengan mainan yang lebih kecil. Keterampilan motorik kasar juga berkembang, mereka dapat berlari, melompat, dan bermain dengan lebih aktif.
Penting bagi orang tua dan pengasuh untuk memberikan rangsangan yang tepat dan mendukung perkembangan kognitif anak selama masa ini. Bermain, membaca cerita, menyanyi bersama, dan memberikan pengalaman belajar yang beragam dapat membantu anak mengembangkan potensi kognitif mereka dengan baik. Selain itu, setiap anak berkembang dengan kecepatan yang berbeda, jadi penting untuk memberikan dukungan yang penuh kasih dan pengertian untuk memungkinkan anak Anda tumbuh dan berkembang dengan sebaik-baiknya.







0 Komentar